Valuasi Nusantara
Portal Keuangan & Penilaian
BI-Rate5,75%19 Agu 2026
SBN 10 tahun7,14%16 Sep 2026
ERP Indonesia6,69%Jan 2026
Inflasi (yoy)3,19%1 Sep 2026
IHSG6.43616 Sep 2026
USD/IDR17.89130 Sep 2026
HBA batu baraUSD 123,5415 Sep 2026
Harga ref. CPOUSD 1.007,511 Sep 2026

Profesi

Aktuaria — Ilmu, Profesi, dan Hubungannya dengan Penilai Publik

Ilmu menghitung ketidakpastian menjadi angka finansial: jumlah dan sebaran aktuaris di Indonesia, jalur pendidikan dan sertifikasi, praktik di negara maju, serta titik temunya dengan Penilai Publik.

Terbit 1 Oktober 2026Sekitar 20 menit baca4.337 kataPenulis Redaksi Valuasi Nusantara

Dari Ketidakpastian ke Angka — dan ke Nilai

Aktuaria mengukur risiko dan kewajiban keuangan yang bergantung pada kejadian masa depan; Penilai Publik menyimpulkan nilai aset, bisnis, atau kepentingan ekonomi. Artikel ini memetakan keduanya secara utuh: berapa banyak aktuaris di Indonesia, apa syarat dan jalur sertifikasinya, bagaimana praktiknya di negara maju, serta di titik mana pekerjaannya beririsan dengan penilaian.

Aktuaria adalah disiplin kuantitatif yang menggunakan matematika, statistika, probabilitas, demografi, ekonomi, dan pemodelan untuk mengubah kejadian yang tidak pasti — umur hidup, kematian, klaim, suku bunga, perilaku peserta — menjadi ukuran finansial yang dapat dipakai mengambil keputusan. Pekerjaannya mencakup pengukuran kewajiban jangka panjang, kecukupan pendanaan dan modal, proyeksi arus kas, serta analisis sensitivitas dan skenario.

Di Indonesia, jumlah aktuaris bersertifikat masih tergolong langka dibanding negara maju — per Juli 2025 tercatat 853 aktuaris ASAI/FSAI berbanding populasi 287,9 juta jiwa, jauh di bawah rasio Inggris atau Australia (lihat Bagian 3 dan 6). Kelangkaan ini sekaligus menjelaskan mengapa profesi ini dibayar tinggi dan mengapa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) aktif memperluas jalur pendidikan dan sertifikasinya. Penilai Publik beroperasi di rezim profesi berbeda — di bawah pembinaan Kementerian Keuangan, dengan dasar hukum PMK 101/PMK.01/2014 beserta perubahannya. Ketika objek penilaian memiliki kewajiban atau arus kas yang bergantung pada model probabilistik — seperti bisnis asuransi atau dana pensiun — hasil pekerjaan aktuaris sering menjadi input penting bagi kesimpulan nilai, tanpa satu profesi menggantikan profesi lainnya.

Aktuaris mengukur risiko dan kewajiban yang bergantung pada ketidakpastian masa depan

menggunakan model probabilistik; Penilai Publik menyimpulkan nilai atas aset, bisnis, atau kepentingan ekonomi tertentu berdasarkan standar penilaian. Standar aktuaria Amerika Serikat bahkan memiliki dokumen resmi bernama ASOP No. 19 — Appraisals of Casualty, Health, and Life Insurance Businesses, bukti konkret bahwa irisan kedua profesi ini sudah lama diakui secara profesional (lihat Bagian 10).

Peta Isi Artikel

Lima belas bagian, disusun dari konsep dasar aktuaria, data profesi di Indonesia dan dunia, hingga titik temunya dengan penilaian bisnis.

Artikel ini disusun sebagai materi edukasi profesional dan bukan pendapat hukum, opini aktuaria, maupun laporan penilaian. Regulasi, data keanggotaan profesi, dan angka pasar yang disebutkan perlu dibaca bersama peraturan pelaksana dan pembaruan terkini yang berlaku pada tanggal penilaian/penugasan.

Apa Itu Aktuaria?

Aktuaria dapat dipahami sebagai disiplin kuantitatif untuk mengubah ketidakpastian menjadi ukuran finansial yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Ketidakpastian itu dapat berasal dari umur hidup, kematian, penyakit, kecelakaan, lapse polis, inflasi, suku bunga, masa kerja, tingkat pengembalian investasi, maupun perilaku peserta program.

Secara sederhana, model aktuaria menghubungkan tiga unsur: kejadian/risiko, probabilitas dan waktu (timing), serta nilai uang. Karena pembayaran sering terjadi di masa depan, aktuaris menggunakan konsep nilai waktu uang (time value of money), distribusi probabilitas kerugian, dan model arus kas. Contoh konseptual nilai kini suatu kewajiban dapat ditulis sebagai:

PV = Σt [ Arus Kas Diharapkant × Penyesuaian Probabilitast ] / (1 + r)t

Persamaan di atas bukan satu-satunya model aktuaria, tetapi menggambarkan logika dasarnya: arus kas masa depan yang tidak pasti diestimasi, diberi bobot risiko/probabilitas, lalu didiskontokan sesuai asumsi yang relevan (Dickson, Hardy & Waters, 2020).

Siklus Kerja Aktuaria: dari Risiko ke Nilai Ekonomi

biaya, suku bunga)

05 06 07

penilaian

Gambar 1. Alur umum pekerjaan aktuaria dari data hingga menjadi input pengambilan keputusan, termasuk penilaian bisnis.

Aktuaria Bukan Sekadar "Menghitung Premi"

Kesalahpahaman umum menyamakan aktuaris dengan "tukang hitung premi". Padahal pekerjaan aktuaris jauh lebih luas: mengukur kewajiban jangka panjang (reserving), menilai kecukupan pendanaan dan modal, memproyeksikan arus kas multi-dekade, menguji sensitivitas asumsi, hingga mendukung strategi bisnis dan manajemen risiko perusahaan (Enterprise Risk Management) — semuanya berlandaskan professional judgement yang didokumentasikan dan dapat diaudit.

Keilmuan yang Dipelajari Aktuaris

Aktuaria adalah profesi multidisiplin. Kemampuan teknis tidak berhenti pada rumus — kualitas hasil sangat bergantung pada kualitas data, pemilihan asumsi, kecukupan model, validasi, dokumentasi, dan professional judgement.

Matematika & KalkulusFondasi perhitungan nilai kini, perubahan parameter, dan model kontinu.
ProbabilitasMengukur peluang kejadian seperti kematian, klaim, disability, dan lapse.
StatistikaEstimasi parameter, credibility, experience study, regresi, distribusi, dan pengujian model.
DemografiMortalitas, fertilitas, longevity, struktur populasi, dan perubahan kepesertaan.
Ekonomi & KeuanganInflasi, suku bunga, yield curve, investasi, dan nilai waktu uang.
Pemodelan RisikoScenario analysis, stress testing, model stokastik, kecukupan modal dan solvabilitas.
Pemrograman & DataPengolahan data besar, otomasi, proyeksi model, validasi, dan reproduksibilitas hasil.

Tabel 1. Tujuh bidang keilmuan yang membentuk kompetensi aktuaris, disarikan dari silabus ujian profesi aktuaria internasional.

Silabus ini sejalan dengan buku ajar aktuaria yang dipakai luas secara internasional, antara lain Dickson, D.C.M., Hardy, M.R., & Waters, H.R. (2020), Actuarial Mathematics for Life Contingent Risks (3rd ed.), Cambridge University Press — rujukan standar untuk mata ujian matematika aktuaria dan kontinjensi jiwa yang juga menjadi basis kurikulum ujian profesi aktuaria di Indonesia.

Karakter Pekerjaan: Kuantitatif, tetapi Tetap Membutuhkan Penilaian Profesional

Dua aktuaris dengan data yang sama dapat menghasilkan estimasi berbeda karena perbedaan asumsi — misalnya asumsi mortalitas masa depan, tingkat lapse, atau margin risiko. Karena itu standar praktik aktuaria (dibahas pada Bagian 8) mewajibkan pengungkapan asumsi, metodologi, keterbatasan, dan sensitivitas hasil — prinsip yang sejalan dengan disiplin dokumentasi pada profesi Penilai Publik.

Berapa Banyak Aktuaris di Indonesia?

Profesi aktuaris di Indonesia tergolong langka dan tumbuh perlahan meski permintaannya terus meningkat seiring pertumbuhan industri asuransi, dana pensiun, dan regulasi kecukupan modal berbasis risiko.

PAI, Juli 2025

Pertumbuhan Aktuaris Bersertifikat Indonesia

Jumlah anggota PAI bergelar ASAI + FSAI, 2023–2025

Agu 2023 Mar 2024 Jul 2025

Sumber: Media Asuransi News (19 Okt 2023, mengutip Ketua PAI Ade Bungsu); Kontan (19 Apr 2024); Infobank News (25 Jul 2025). Angka mencakup FSAI + ASAI, tidak termasuk kandidat.

Kesenjangan yang Tidak Merata Antarperusahaan

Total nasional yang terlihat cukup tidak berarti setiap perusahaan asuransi sudah memiliki aktuaris. Ketua PAI, Ade Bungsu, menyatakan pada Oktober 2023 bahwa jumlah aktuaris Indonesia "lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan aktuaris pada industri asuransi di Indonesia," namun "penyebaran aktuaris tersebut tidak merata … akibat perbedaan kemampuan perusahaan dalam menyerap dan mempekerjakan aktuaris."

Perusahaan Asuransi/Reasuransi Tanpa

Appointed Actuary – 21 perusahaan asuransi umum 40 – 2 perusahaan asuransi jiwa – 2 perusahaan asuransi umum syariah – 1 perusahaan asuransi jiwa syariah – 1 perusahaan reasuransi Kesenjangan ini menjadi salah satu alasan OJK dan PAI memperluas kerja sama dengan >40 perguruan tinggi serta mendorong target 1.000 aktuaris bersertifikasi Jun 2023 Okt 2023 ASAI–FSAI dalam beberapa tahun ke depan.

Sumber: Kontan, 11 Okt 2023. OJK menetapkan tenggat 31

Des 2023 untuk asesmen kapabilitas aktuaris penunjukan.

Syarat, Pendidikan, dan Jalur Sertifikasi Aktuaris

Gelar aktuaris di Indonesia diberikan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) — bukan gelar akademik semata — melalui jenjang keanggotaan dan serangkaian ujian profesi.

dasar + seminar ujian ASAI + spesialisasi mulai menempuh ujian profesionalisme lanjutan

JALUR 1 JALUR 2
Ujian Profesi Mandiri PAI — Kerja Sama Perguruan Tinggi —
diselenggarakan tiga kali setahun. Peserta mahasiswa program studi aktuaria di
menempuh seluruh mata ujian secara kampus mitra PAI dapat memperoleh
bertahap tanpa urutan baku, meski penyetaraan (exemption) atas sebagian
penyelesaian jenjang ASAI disarankan mata ujian melalui kurikulum yang diakui,
sebelum mengambil ujian seri lanjutan lalu menuntaskan sisanya lewat ujian
(seri "F"/BA). profesi dan seminar profesionalisme.
KodeKode Lama Mata Ujian
CF1A10 Matematika Keuangan
CF2A20 Probabilita dan Statistika
CF3A30 Ekonomi dan Pasar Keuangan
CF4A40 Akuntansi dan Manajemen Keuangan
TA1A50 Metoda Statistika
TA2A70 Teori Risiko
TA3A60 Matematika Aktuaria
PM1A80 Pendidikan Profesionalisme (seminar)

Tabel 2. Delapan mata ujian jenjang ASAI. Sumber: Pedoman Ujian Profesi & Sertifikasi PAI (aktuaris.or.id).

Tambahan Menuju Jenjang FSAI

KodeKode Lama Mata Ujian
BA1F10 Investasi
PM2F20 Manajemen Aktuaria
BA2F40 Manajemen Risiko Perusahaan
BA3F50 Analitika Data
PM3— Komunikasi
BA4L/R/G/HF31–34 Elektif — pilih minimal satu: Aspek Aktuaria Asuransi Jiwa, Dana Pensiun, Asuransi Umum, atau Asuransi Kesehatan

Tabel 3. Mata ujian tambahan jenjang FSAI, di atas seluruh mata ujian ASAI pada Tabel 2. Sumber: Pedoman Ujian Profesi & Sertifikasi PAI.

Pendidikan Formal: Program Studi Aktuaria

Sejak sekitar 2017–2018, pemerintah menetapkan program studi Aktuaria sebagai bidang ilmu formal (gelar S.Aktr.) melalui sembilan perguruan tinggi perintis, kemudian berkembang menjadi lebih dari 40 institusi pada 2025 seiring permintaan industri yang terus tumbuh.

PERGURUAN TINGGI NEGERI PERINTISPERGURUAN TINGGI SWASTA PERINTIS
– Universitas Indonesia (UI)– Universitas Katolik Parahyangan (Unpar)
– Institut Teknologi Bandung (ITB)– Universitas Prasetiya Mulya
– Universitas Gadjah Mada (UGM)– Universitas Pelita Harapan (UPH)
– IPB University– Surya University

Sumber: Kalderanews (2020); Unpar, UPH, dan Universitas Riau — kerja sama pengembangan "1.000 Aktuaris Indonesia" bersama PAI. Daftar lengkap kampus mitra terkini tersedia di aktuaris.or.id.

1. Mendaftar sebagai calon anggota (CNLA) ke PAI.

2. Menempuh dan lulus mata ujian profesi — via ujian mandiri dan/atau penyetaraan kampus mitra. 3. Mengikuti seminar Pendidikan Profesionalisme (PM1) untuk mencapai jenjang ASAI. 4. Memiliki pengalaman kerja aktuaria yang relevan (sesuai ketentuan keanggotaan PAI berlaku). 5. Menuntaskan mata ujian lanjutan dan elektif spesialisasi untuk mencapai jenjang FSAI — jenjang yang diakui OJK sebagai syarat menjabat Aktuaris Perusahaan (appointed actuary). 6. Tunduk pada Kode Etik dan Standar Praktik Aktuaria (SPA) PAI sepanjang berpraktik.

Pekerjaan dan Peran Aktuaris

– Asuransi jiwa: pricing produk, valuasi kewajiban, embedded assumptions, pengalaman mortalitas/lapse, profit testing, dan analisis sensitivitas. – Asuransi umum: reserving klaim, loss ratio, frequency/severity, risiko bencana, pricing, reasuransi, dan analisis modal-risiko. – Reasuransi: analisis portofolio risiko, asumsi treaty/fakultatif, ekspektasi kerugian, dan retrosesi.

Pekerjaan dan Peran Aktuaris (Lanjutan)

– Dana pensiun: valuasi kewajiban manfaat pensiun, metode aktuaria, asumsi ekonomi/demografi, pendanaan, dan laporan aktuaris. – Jaminan sosial: proyeksi pendapatan dan kewajiban program, sustainability, proyeksi demografi, serta analisis skenario jangka panjang. – Enterprise Risk Management: identifikasi dan kuantifikasi risiko, stress test, kecukupan modal, dan selera risiko (risk appetite). – Pelaporan keuangan: perhitungan dan dukungan pengukuran kewajiban berbasis asumsi aktuaria, termasuk konteks PSAK 117 untuk kontrak asuransi dan PSAK 219 untuk imbalan kerja. PAI menerbitkan SPA-03 terkait PSAK 219 dan SPA-04 terkait PSAK 117. – Analitik dan konsultasi: forecasting, validasi model, analitika data, asset-liability management (ALM), risiko investasi, dan keputusan strategis. – Bidang berkembang: data science, kecerdasan buatan (AI) untuk underwriting dan deteksi klaim, risiko perubahan iklim, serta perbankan (model risiko kredit Basel) — area yang mendorong PAI memperbarui kurikulum pendidikan berkelanjutan sejak 2024.

Kombinasi kelangkaan pasokan (853 aktuaris bersertifikat berbanding populasi 287,9 juta jiwa) dan kewajiban regulasi bagi perusahaan asuransi untuk memiliki aktuaris penunjukan mendorong kompensasi aktuaris senior di Indonesia dapat melampaui Rp100 juta per bulan — pola yang juga terjadi di negara maju (lihat Bagian 06).

Aktuaris di Negara Maju

International Actuarial Association (IAA) — asosiasi payung profesi aktuaria dunia tempat PAI menjadi anggota penuh sejak 2007 — mewakili lebih dari 90.000 aktuaris di lebih dari 115 negara melalui 73 asosiasi anggota penuh dan 25 asosiasi anggota asosiasi (IAA, actuaries.org).

Anggota

Bersertifikat

Actuaries Associate 1.796 (IFoA)

perbankan, data science

Tabel 4. Sumber: SOA Total Membership (2023); IFoA Annual Report 2024/2025; Actuaries Institute Australia (2024/2025); PAI via Infobank News (Jul 2025). Gaji: BLS OOH (Mei 2025), Payscale UK (2026), Glassdoor Australia; angka pasar, bukan sensus resmi.

Kepadatan Aktuaris Bersertifikat per 1 Juta Penduduk Menjelaskan mengapa langkanya aktuaris di Indonesia bukan sekadar kesan

Inggris

Australia

Amerika Serikat

Indonesia 3,0

Dihitung dari data Tabel 4 (anggota bersertifikat: Fellow+Associate/setara) dibagi proyeksi populasi UN/Worldometer 2026 — Indonesia 287,9 juta; AS 349,0 juta; Inggris 69,9 juta; Australia 27,2 juta jiwa. Basis keanggotaan berbeda tiap asosiasi; angka bersifat indikatif, bukan pembanding sensus resmi.

Prospek Kerja di Negara Maju: Studi Kasus Amerika Serikat

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics, BLS) mencatat 31.200 aktuaris bekerja di Amerika Serikat pada 2025, dengan upah tahunan median US$130.000 (Mei 2025). Lapangan kerja ini diproyeksikan tumbuh 9% pada periode 2025–2035 — jauh lebih cepat dari rata-rata seluruh profesi — dengan sekitar 1.500 lowongan baru per tahun. Syarat masuknya: gelar sarjana matematika, aktuaria, statistika, atau bidang analitik serupa, ditambah lulus serangkaian ujian sertifikasi yang dapat memakan waktu hingga tujuh tahun untuk mencapai level associate (BLS, Occupational Outlook Handbook, 2025). Pola serupa terjadi di Inggris dan Australia: IFoA mencatat 983 Fellow dan 913 Associate baru berkualifikasi sepanjang Maret 2024–Februari 2025, sementara Actuaries Institute Australia menyebut aktuaris kini bekerja lintas sektor yang makin luas — "insurance, superannuation, finance, banking, data science, technology, governments, telecoms and health" — mencerminkan pergeseran profesi dari asuransi tradisional ke analitika risiko lintas industri.

Baik di Indonesia maupun negara maju, pola yang sama berulang: permintaan aktuaris tumbuh lebih cepat daripada pasokannya, membuat profesi ini konsisten berada di jajaran pekerjaan kuantitatif dengan kompensasi tertinggi — sekaligus menjelaskan mengapa asosiasi profesi di setiap negara aktif memperluas jalur pendidikan dan sertifikasi.

Dasar Hukum dan Regulasi di Indonesia

Kerangka regulasi profesi aktuaria di Indonesia tidak berdiri pada satu undang-undang profesi tunggal. Aturannya tersebar menurut sektor dan fungsi, terutama perasuransian dan dana pensiun. Karena itu, pengguna jasa perlu melihat regulasi sektoral yang berlaku pada tanggal penugasan.

InstrumenRelevansi
UU No. 40/2014 tentangKerangka utama industri perasuransian dan dasar penguatan sektor
Perasuransian, diubah UU No.jasa keuangan.
POJK No. 23/2023Perizinan dan kelembagaan perusahaan asuransi/reasuransi syariah & konvensional; termasuk tenaga ahli dan aktuaris.
POJK No. 36/2024Perubahan ketentuan penyelenggaraan usaha asuransi/reasuransi; berlaku 31 Jan 2025.
POJK No. 34/2024Pengembangan kualitas SDM perusahaan perasuransian, lembaga penjamin, dan dana pensiun.
Regulasi Dana Pensiun OJKMengatur metode & asumsi aktuaria serta laporan aktuaris dalam usaha dana pensiun.
Standar Praktik Aktuaria (SPA) PAIStandar profesi berbagai area, SPA-01 s.d. SPA-09.
Kode Etik PAIIntegritas, keterampilan, kepedulian, reputasi profesi, kepentingan masyarakat, kepatuhan standar.

Tabel 5. POJK 23/2023 berlaku sejak 22 Desember 2023. OJK mencatat POJK 34, 35, dan 36 Tahun 2024 sebagai bagian penguatan regulasi sektor PPDP setelah UU PPSK berlaku.

Standar Praktik dan Etika Profesi

PAI menerbitkan dokumen standar praktik aktuaria yang mencakup area seperti Standar Praktik Dasar Aktuaria (SPA-01), Jaminan Sosial (SPA-02), PSAK 219 Imbalan Kerja (SPA-03), PSAK 117 Kontrak Asuransi (SPA-04), Dana Pensiun (SPA-05), Syariah (SPA-06), Manajemen Risiko (SPA- 07), Model Risiko (SPA-08), dan pengungkapan terkait iklim (SPA-09). Kode Etik PAI menyatakan bahwa anggota harus bertindak dengan integritas, keterampilan, kepedulian, menjaga reputasi profesi, dan tidak merugikan kepentingan masyarakat; jasa aktuaria juga harus sesuai dengan standar praktik yang berlaku. Dalam konteks PSAK 117, PAI juga menerbitkan petunjuk teknis aplikasi yang mengadopsi International Actuarial Note (IAN) 100 untuk membantu penerapan aktuaria — ditegaskan sebagai kajian akademis/panduan penerapan, bukan Standar Praktik Aktuaria itu sendiri.

Struktur ini sejalan dengan praktik global: di Amerika Serikat, Actuarial Standards Board (ASB) menerbitkan Actuarial Standards of Practice (ASOP) — termasuk ASOP No. 19 yang secara spesifik mengatur penilaian (appraisal) bisnis asuransi (dibahas pada Bagian 10). Pola serupa — badan standar independen yang menerbitkan pedoman teknis dan etika — juga dijalankan IFoA (Inggris) dan Actuaries Institute (Australia).

Apa yang Dikerjakan Penilai Publik?

Penilai Publik adalah profesi yang berada dalam rezim pembinaan dan pengawasan Kementerian Keuangan. Laman resmi PPPK menjelaskan bidang jasa penilaian antara lain properti, personal properti, dan bisnis, dengan dasar hukum PMK 101/PMK.01/2014, PMK 56/PMK.01/2017, dan PMK 228/PMK.01/2019. Dalam penilaian bisnis, Penilai Publik dapat melakukan analisis atas perusahaan atau kepentingan bisnis sesuai ruang lingkup izin dan penugasan. Pendekatan yang lazim dikenal mencakup pendekatan pasar, pendapatan, dan biaya/aset, dengan pemilihan metode disesuaikan tujuan, objek, data, dan standar yang berlaku. Karena penilaian bisnis dapat membutuhkan informasi tentang kewajiban jangka panjang, risiko, dan proyeksi arus kas, pekerjaan Penilai Publik kadang membutuhkan input spesialis dari aktuaris — bentuk penggunaan keahlian spesialis, bukan pengalihan tanggung jawab profesional secara otomatis.

Hubungan Pekerjaan Aktuaris dan Penilai Publik

AktuarisPenilai Publik
Risiko & probabilitas Aset, bisnis, ekuitas
Liabilitas & arus kas kontinjen Pendekatan pasar / pendapatan / biaya
Mortalitas, morbiditas, lapse Fair value / market value
Asumsi & model stokastik Laporan & kesimpulan nilai
Area BersamaHasil Terintegrasi
Pendiskontoan arus kas (DCF) Valuasi perusahaan asuransi/dana pensiun
Proyeksi arus kas jangka panjang Analisis transaksi & kewajaran
Pelaporan keuangan (PSAK 117/74) Keputusan ekonomi & investasi
Transaksi & merger-akuisisi

Gambar 2. Area pertemuan profesi — diagram konseptual, bukan struktur organisasi atau pembagian kewenangan regulator.

Actuarial Standard of Practice No. 19 — "Appraisals of Casualty, Health, and Life Insurance Businesses" — diterbitkan Actuarial Standards Board, diadopsi Juni 2005 dan berlaku efektif 1 November 2005. Standar ini secara eksplisit mengatur peran aktuaris ketika memberikan jasa profesional terkait penilaian (appraisal) bisnis asuransi — memandu metodologi, asumsi, dan pelaporan. Ini bukti nyata bahwa irisan antara aktuaria dan penilaian bukan kebetulan, melainkan sudah diformalkan dalam standar profesi di pasar aktuaria paling matang di dunia.

Actuarial Appraisal Value: Jembatan Metodologi

Konsep Actuarial Appraisal Value — dibahas dalam monograf SOA "Actuarial Considerations in Insurance Mergers and Acquisitions" (2003) — menyusun nilai perusahaan asuransi dari tiga komponen yang, secara metodologis, adalah versi aktuaria dari pendekatan aset dan pendekatan pendapatan yang dikenal Penilai Publik:

ABVVIF VNB
Adjusted Book Value — nilai modalValue of In-Force Business — nilai Value of New Business — nilai
& surplus bersih, disesuaikan nilaikini laba terdistribusi dari polis kapasitas menghasilkan bisnis
pasar aset. Setara pendekatanberjalan, memakai DCF & uji baru & jaringan distribusi. Mirip
aset/biaya.sensitivitas discount rate. Setara nilai goodwill/franchise. pendekatan pendapatan.

Metode ini berkembang lebih jauh menjadi Embedded Value (EV) — pendekatan penilaian

asuransi jiwa yang luas dipakai di Asia dan dibahas ekstensif dalam SOA Actuarial Practice Forum (mis. Frasca & LaSorella, 2009; Gonzalez, 2006). Baik Actuarial Appraisal Value maupun EV pada dasarnya adalah hasil kerja aktuaria yang disusun sesuai logika penilaian bisnis — namun keduanya tetap memerlukan penyesuaian profesional Penilai Publik atas basis nilai, tanggal efektif, kewajaran asumsi pasar, dan definisi kepentingan yang dinilai sebelum menjadi kesimpulan nilai wajar yang sah.

Sejak berlakunya PSAK 117 (adopsi IFRS 17 Kontrak Asuransi), liabilitas kontrak asuransi diukur berbasis nilai kini probabilistik — fulfilment cash flows, penyesuaian risiko, dan contractual service margin (CSM) — seluruhnya hasil kerja aktuaria. Ketika Penilai Publik menilai ekuitas atau bisnis perusahaan asuransi, angka-angka PSAK 117 tersebut menjadi salah satu masukan kunci yang perlu direkonsiliasi dengan basis nilai penugasan.

AspekAktuaris Penilai Publik
Fokus utamaRisiko, ketidakpastian, kewajiban & arus Nilai aset, bisnis, ekuitas, atau kepentingan kas berbasis kejadian masa depan. ekonomi tertentu sesuai ruang lingkup penilaian.
Contoh objekLiabilitas asuransi, manfaat pensiun, Tanah/bangunan, mesin, aset lainnya, klaim, mortality/lapse, arus kas kontinjen. bisnis, saham/kepentingan bisnis sesuai klasifikasi jasa.
KeahlianProbabilitas, statistik, demografi, model Ekonomi, keuangan, market analysis, stokastik, financial economics. metodologi valuasi, analisis bisnis/aset.
KeluaranLaporan/perhitungan aktuaria, asumsi, Laporan penilaian dan kesimpulan nilai estimasi liabilitas, sensitivitas, opini sesuai sesuai tujuan dan basis nilai penugasan. penugasan.
Standar profesiStandar Praktik Aktuaria (SPA) dan Kode Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Etik PAI. ketentuan profesi Penilai Publik.

Tabel 6. Fokus kerja kedua profesi bersifat komplementer, bukan tumpang tindih kewenangan.

Kapan Keduanya Bekerja Bersama?

Kasus 1 — Valuasi perusahaan asuransi. Penilai Publik melakukan valuasi bisnis/ekuitas. Untuk memahami posisi ekonomi perusahaan, diperlukan informasi tentang kewajiban polis dan asumsi aktuaria. Aktuaris menyediakan perhitungan dan analisis aktuaria yang menjadi input penting. Penilai Publik kemudian mempertimbangkan input tersebut dalam lingkup penilaiannya.

Kasus 2 — Transaksi merger atau akuisisi. Dalam transaksi perusahaan asuransi atau

perusahaan yang memiliki program imbalan kerja material, aktuaris dapat mengestimasi kewajiban terkait. Penilai Publik dapat menilai nilai bisnis atau kepentingan yang ditransaksikan. Kedua pekerjaan perlu diselaraskan dalam cut-off date dan definisi objek.

Kasus 3 — Imbalan kerja. Kewajiban manfaat pasti memerlukan perhitungan aktuaria. Jika terdapat kebutuhan menilai perusahaan secara keseluruhan, angka kewajiban tersebut dapat menjadi bagian dari analisis keuangan Penilai Publik. Aktuaris tetap bertanggung jawab atas aspek aktuaria yang menjadi ruang lingkupnya. Kasus 4 — Dana pensiun. Aktuaris melakukan valuasi kewajiban manfaat pensiun dan analisis pendanaan. Penilai Publik dapat terlibat apabila terdapat penilaian aset, bisnis, atau transaksi yang berkaitan dengan dana pensiun sesuai kewenangan dan tujuan penilaian.

Input aktuaria dapat menjadi input penting bagi penilaian bisnis, tetapi angka aktuaria tidak otomatis sama dengan "nilai pasar" suatu perusahaan atau aset. Basis nilai, tujuan penugasan, definisi objek, tanggal penilaian, dan standar yang digunakan harus tetap jelas dan disepakati sejak awal.

Bagian 12 · Studi Kasus: Actuarial Appraisal Value

Ilustrasi berikut menerapkan kerangka ABV + VIF + VNB dari Bagian 10 pada perusahaan asuransi hipotetis — bukan entitas nyata — untuk menunjukkan bagaimana input aktuaria berpadu dengan logika penilaian bisnis.

Ilustrasi: Menyusun Actuarial Appraisal Value

Nilai Peran dalam Komponen Sumber Angka Ilustratif Penilaian

disesuaikan

triliun bagi ABV

triliun

triliun

triliun berjalan, aktuaris

triliun kapasitas distribusi

triliun kesimpulan akhir

Tabel 7. Angka bersifat ilustrasi pedagogis, disusun mengikuti kerangka ABV+VIF+VNB (SOA, 2003). Dalam praktik, valuasi perusahaan asuransi memerlukan rekonsiliasi laporan keuangan, kualitas aset, kewajiban, risiko, kualitas investasi, ketentuan regulator, serta basis nilai yang ditetapkan dalam penugasan.

Komposisi Nilai — Ilustrasi

ABV · 68,8% VIF · 21,9%

Adjusted Book Value — Rp1,10 T Value of In-Force — Rp0,35 T Value of New Business — Rp0,15 T

Dalam praktik nyata, Penilai Publik akan menelaah kewajaran discount rate yang dipakai aktuaris pada VIF, memeriksa konsistensi tanggal efektif antara laporan aktuaria dan laporan penilaian, serta mempertimbangkan apakah VNB relevan dimasukkan sesuai tujuan penugasan (misalnya, penilaian untuk transaksi versus pelaporan keuangan dapat memiliki perlakuan berbeda atas nilai bisnis baru).

Batas Kompetensi yang Perlu Dijaga

– Aktuaris tidak otomatis menjadi Penilai Publik hanya karena melakukan perhitungan nilai kini atau valuasi kewajiban. – Penilai Publik tidak otomatis menjadi aktuaris hanya karena melakukan penilaian bisnis yang memuat kewajiban berbasis aktuaria. – Jika suatu kesimpulan membutuhkan keahlian aktuaria, Penilai Publik perlu mempertimbangkan penggunaan tenaga ahli/spesialis yang kompeten sesuai standar dan ketentuan penugasannya. – Aktuaris yang memberikan jasa profesional tetap terikat pada standar praktik dan kode etik yang relevan. – Dokumen kerja sebaiknya menjelaskan sumber data, asumsi, model, tanggal efektif, batas tanggung jawab, penggunaan hasil pihak lain, dan sensitivitas utama. – Dalam laporan gabungan atau proyek multidisiplin, definisi istilah "nilai", "kewajiban", "liabilitas", "fair value", "market value", atau istilah lain harus disepakati sejak awal agar tidak terjadi perbedaan basis.

Model Kolaborasi yang Baik

TahapAktuaris Penilai Publik
1. Penentuan scopeMenentukan kebutuhan data, Menentukan tujuan, objek, basis nilai, dan model, asumsi aktuaria. tanggal penilaian.
2. DataValidasi exposure dan Validasi data keuangan, aset, pasar, dan pengalaman risiko. bisnis.
3. ModelProjection, probabilitas, Pendekatan pasar/pendapatan/biaya sesuai discounting, sensitivitas. objek.
4. ReviewReview asumsi dan hasil aktuaria. Menilai kewajaran input yang relevan bagi penugasan penilaian.
5. KesimpulanKesimpulan aktuaria sesuai scope. Kesimpulan nilai sesuai basis dan scope.

Tabel 8. Kolaborasi yang baik bukan hanya membagi pekerjaan, tetapi memastikan setiap angka memiliki definisi, basis, sumber, dan penanggung jawab profesional yang jelas.

Kesimpulan

Aktuaria adalah disiplin kuantitatif yang sangat relevan dengan ekonomi modern karena banyak keputusan keuangan bergantung pada kejadian masa depan yang tidak pasti. Profesi ini menggabungkan statistika, probabilitas, demografi, ekonomi, keuangan, dan pemodelan untuk mengukur risiko serta kewajiban.

Di Indonesia, kebutuhan aktuaris terutama terlihat pada industri perasuransian dan dana pensiun, dengan 853 aktuaris bersertifikat ASAI–FSAI per Juli 2025 — rasio yang masih jauh di bawah Inggris (267 per juta penduduk) atau Australia (213 per juta), meski OJK dan PAI aktif memperluas jalur pendidikan melalui lebih dari 40 program studi dan target 1.000 aktuaris bersertifikasi dalam beberapa tahun mendatang. Regulasi OJK mengatur fungsi aktuaris perusahaan, sedangkan standar praktik dan kode etik dikembangkan PAI, anggota penuh IAA sejak 2007.

Sementara itu, Penilai Publik beroperasi dalam rezim profesi penilaian Kementerian Keuangan. Ketika suatu objek penilaian memiliki kewajiban atau arus kas yang membutuhkan pemodelan aktuaria, hasil pekerjaan aktuaris — termasuk kerangka Actuarial Appraisal Value (ABV + VIF + VNB) yang sudah lama diakui standar aktuaria internasional lewat ASOP No. 19 — dapat menjadi input penting dalam penilaian bisnis atau aset. Namun kedua profesi tetap memiliki mandat, standar, dan tanggung jawab yang berbeda.

Bagi dunia valuasi, hubungan keduanya paling produktif jika dipandang sebagai kolaborasi multidisiplin: aktuaris memberikan kedalaman pada risiko dan kewajiban berbasis ketidakpastian; Penilai Publik mengintegrasikan informasi ekonomi tersebut ke dalam kesimpulan nilai sesuai tujuan dan basis nilai penugasan.

Checklist untuk Pengguna Jasa

✓ Tetapkan tujuan penugasan dan tanggal efektif sejak awal.

✓ Pastikan definisi objek dan basis nilai tidak ambigu.

✓ Identifikasi apakah terdapat kewajiban/arus kas yang membutuhkan keahlian aktuaria.

✓ Tentukan pihak yang bertanggung jawab atas data, asumsi, model, dan kesimpulan masing- masing.

✓ Gunakan standar profesi yang relevan dan versi regulasi yang berlaku pada tanggal penugasan.

✓ Dokumentasikan sensitivitas atas asumsi material dan jelaskan keterbatasan hasil.

✓ Pastikan aktuaris yang dilibatkan memegang jenjang FSAI untuk peran appointed actuary sesuai ketentuan OJK.

Buku, Jurnal, Standar, dan Regulasi

—BUKU Dickson, D.C.M., Hardy, M.R., & Waters, H.R. (2020). Actuarial Mathematics for Life Contingent Risks (3rd
ed.). Cambridge University Press.
—JURNAL Jurnal AKTUARIA: Matematika Terapan, Statistika, Ekonomi dan Manajemen. Diterbitkan berkala,
memuat riset aktuaria Indonesia (ojs.unitas-pdg.ac.id).
—MONOGRAF Society of Actuaries (2003). Actuarial Considerations in Insurance Mergers and Acquisitions — Bab
8: Actuarial Appraisal Value. SOA.
—JURNAL Frasca, R., & LaSorella, K. (2009). Embedded Value: Practice and Theory. SOA Actuarial Practice Forum.
—STANDAR Actuarial Standards Board (2005). ASOP No. 19 — Appraisals of Casualty, Health, and Life Insurance
Businesses. Berlaku efektif 1 November 2005.
—STANDAR Persatuan Aktuaris Indonesia. Standar Praktik Aktuaria SPA-01 s.d. SPA-09 dan Kode Etik PAI.
—STANDAR Persatuan Aktuaris Indonesia. Pedoman Ujian Profesi & Sertifikasi PAI (aktuaris.or.id).
—STANDAR International Actuarial Association. Data keanggotaan & asosiasi (actuaries.org/membership).
—UU UU No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, sebagaimana diubah UU No. 4 Tahun 2023 tentang
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).
—POJK Otoritas Jasa Keuangan — POJK No. 23 Tahun 2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan
Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi
Syariah.
—POJK Otoritas Jasa Keuangan — POJK No. 36 Tahun 2024 tentang perubahan ketentuan penyelenggaraan
usaha perusahaan asuransi, asuransi syariah, reasuransi, dan reasuransi syariah.
—POJK Otoritas Jasa Keuangan — POJK No. 34 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kualitas SDM bagi sektor
PPDP.
—PMK Kementerian Keuangan/PPPK — dasar hukum Penilai Publik: PMK 101/PMK.01/2014, PMK 56/PMK.01/2017, PMK
228/PMK.01/2019.
—DATA U.S. Bureau of Labor Statistics (2025). Occupational Outlook Handbook — Actuaries.
bls.gov/ooh/math/actuaries.htm.
—DATA Society of Actuaries (2023). Total SOA Membership. soa.org/about/total-membership.
—DATA Institute and Faculty of Actuaries (2025). Annual Report 2024/2025 — The Year in Numbers.
ifoa.foleon.com.
—DATA Actuaries Institute Australia (2024/2025). Halaman About. actuaries.asn.au/about.
—DATA Worldometer/UN Population Division (2026). Proyeksi populasi Indonesia, AS, Inggris, dan Australia.
—BERITA Infobank News (25 Jul 2025); Kontan (19 Apr 2024); Media Asuransi News (19 Okt 2023, 11 Okt 2023) —
data pertumbuhan dan kesenjangan aktuaris Indonesia.

Catatan editorial: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pendapat hukum, opini aktuaria, maupun laporan penilaian. Untuk penugasan profesional, pengguna jasa perlu menggunakan regulasi, standar praktik, dan ketentuan regulator yang berlaku pada tanggal penugasan. Angka gaji dan rasio internasional bersumber dari data pasar dan laporan asosiasi profesi masing-masing negara, bukan sensus resmi terpadu, sehingga bersifat indikatif.

Versi tata letak aslinya (PDF bergambar, lengkap dengan grafik dan infografis) dapat dibaca di halaman Wawasan. Halaman ini memuat naskah yang sama dalam bentuk teks agar mudah dibaca, dicari, dan diakses pembaca dengan pembaca layar.