Valuasi Nusantara
Portal Keuangan & Penilaian
BI-Rate5,75%19 Agu 2026
SBN 10 tahun7,14%16 Sep 2026
ERP Indonesia6,69%Jan 2026
Inflasi (yoy)3,19%1 Sep 2026
IHSG6.43616 Sep 2026
USD/IDR17.89130 Sep 2026
HBA batu baraUSD 123,5415 Sep 2026
Harga ref. CPOUSD 1.007,511 Sep 2026

Kajian harga tanah

Harga Tanah Pangkalpinang, Kota di Pulau Timah

Pangkalpinang adalah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung — kota yang tumbuh dari ekonomi timah dan hingga kini menjadi pusat perdagangan, jasa, dan pemerintahan di pulau terbesar penghasil timah di Indonesia. Siklus timah membentuk pasar tanahnya: ketika harga dan produksi timah baik, belanja mengalir ke kota; ketika tata niaganya ditertibkan, pasar ikut melambat. Dalam lima tahun terakhir

Terbit 17 September 2026Sekitar 11 menit baca2.320 kataPenulis Redaksi Valuasi Nusantara

Ringkasan eksekutif

Pangkalpinang adalah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung — kota yang tumbuh dari ekonomi timah dan hingga kini menjadi pusat perdagangan, jasa, dan pemerintahan di pulau terbesar penghasil timah di Indonesia. Siklus timah membentuk pasar tanahnya: ketika harga dan produksi timah baik, belanja mengalir ke kota; ketika tata niaganya ditertibkan, pasar ikut melambat. Dalam lima tahun terakhir, tanah di koridor jalan utamanya naik rata-rata 50% secara nominal, setara pertumbuhan majemuk ±8,5% per tahun.

Temuan utama kajian ini:

  • Satu-satunya kurva dengan "lembah" di tengah periode. Setelah naik 10–11% per tahun pada 2022–2023, kenaikan harga tanah turun tajam ke sekitar 6% pada 2024 saat tata niaga timah ditertibkan dan ekonomi Bangka Belitung melambat — lalu pulih pelan ke kisaran 7–8%. Pola ini tidak dijumpai di kota lain dalam seri kajian ini.
  • Jl. Sudirman mahal sejak lama. Pejabat pendapatan daerah sudah menyebut harga tanah di Jl. Sudirman Rp15–18 juta per meter pada 2015. Satu dekade kemudian koridor ini masih termahal, tetapi tumbuh paling lambat (5,9%/tahun) — harga telah lama mendahului pendapatan.
  • Pinggiran tumbuh lebih cepat. Jl. Tua Tunu–Gandaria, Jl. Koba menuju bandara, dan Air Itam dekat perkantoran Pemprov naik 9,7–10,1% per tahun dari basis rendah, menampung perumahan baru.
  • Membangun paling mahal di provinsi. Indeks kemahalan konstruksi Pangkalpinang 109,36 poin — tertinggi di Bangka Belitung, sekitar 1,09 kali Surabaya — karena sebagian besar material didatangkan lewat laut.

Tujuh kecamatan di pesisir timur Pulau Bangka

Kota Pangkalpinang terdiri atas tujuh kecamatan: Taman Sari, Rangkui, Girimaya, Pangkalbalam, Gabek, Bukit Intan, dan Gerunggang. Pusat kota berada di sekitar Alun-alun Taman Merdeka, Jl. Sudirman, dan Pasar Pagi, dibelah Sungai Rangkui yang bermuara di Pelabuhan Pangkalbalam. Kantor pusat PT Timah berdiri di jantung kota. Kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi berada di Air Itam, Bukit Intan; Bandara Depati Amir di selatan; sedangkan Gerunggang dan Gabek menampung perluasan permukiman ke selatan dan utara.

Gambar 1. Peta skematis sebaran estimasi harga tanah Agustus 2026. Gelembung = koridor muka jalan (kode sesuai Tabel 2); kotak = tanah lingkungan per kelurahan, angka dalam Rp juta/m², skala warna logaritmik. Garis pantai, sungai, batas kecamatan, dan jalan digambar ulang secara skematis — bukan peta kadastral atau ZNT resmi.

Timah, pemerintahan, dan pelabuhan

Perjalanan harga tanah Pangkalpinang 2021–2026 mengikuti empat babak: pemulihan (2021), puncak (2022–2023), perlambatan (2024), dan pemulihan pelan (2025–2026). Linimasa berikut merangkum peristiwa yang paling berpengaruh.

Pemulihan awal 2021 Harga timah dunia naik tajam dari titik rendah pandemi, mendorong pendapatan penambang dan belanja di kota. Kenaikan harga tanah ±7,6%.

Puncak siklus timah 2022 Harga timah tinggi dan aktivitas perdagangan pulih penuh; permintaan ruko, gudang, dan hunian meningkat. Kenaikan rata-rata ±11,2%.

Masih kuat 2023 Koridor Soekarno-Hatta dan kawasan perkantoran Pemprov menjadi tujuan pengembangan baru. Kenaikan ±10,3%.

Penertiban tata niaga timah 2024 Penertiban besar-besaran terhadap tata niaga timah menekan aktivitas pertambangan dan perdagangan di Bangka Belitung. Pasar tanah melambat tajam; kenaikan hanya ±5,9%.

Pemulihan pelan 2025 PDRB per kapita Kota Pangkalpinang Rp87,21 juta, ketiga di Bangka Belitung. IPM kota 81,64 — tertinggi di provinsi. Kenaikan ±7,6%.

Stabil 2026 Portal properti mencatat harga tengah penawaran relatif stabil dalam tiga bulan terakhir. Estimasi kenaikan tahunan ±7,6%.

Faktor struktural yang bekerja sepanjang periode

Empat gaya menopang harga: ekonomi timah yang sudah berjalan lebih dari dua abad dan menjadikan Pangkalpinang kota kantor pusat perusahaan timah; status ibu kota provinsi dengan perkantoran pemerintah dan perbankan; Pelabuhan Pangkalbalam dan Bandara Depati Amir sebagai pintu keluar-masuk barang dan orang; serta kualitas hidup yang tinggi — IPM tertinggi di provinsi dan tingkat kemiskinan rendah.

Penahannya: ketergantungan yang besar pada satu komoditas; biaya konstruksi tertinggi di provinsi; lahan bekas tambang yang tidak stabil di beberapa bagian kota dan sekitarnya; serta pasar properti yang tipis — portal properti hanya mencatat puluhan listing dalam tiga bulan.

Catatan untuk penilai

Pasar Pangkalpinang tipis dan berlapis. Portal properti mencatat hanya sekitar 50 listing tanah dalam tiga bulan dengan harga tengah yang stabil. Contoh penawaran 2025–2026: lahan komersial ±8.656 m² berstatus HGB di Jl. Soekarno-Hatta Rp4,5 juta/m²; lahan ±1.600 m² berbangunan di Jl. Yos Sudarso dekat pelabuhan Rp6 miliar; kavling ±838 m² di Bukit Intan pinggir jalan utama dekat kantor Pemprov dan BI Rp2,51 miliar (±Rp3 juta/m²); lahan ±13.170 m² di Jl. Perkantoran Gubernur Rp1,5 juta/m²; gudang ±18.050 m² dekat Pelindo Rp20 miliar; dan lahan ±5.293 m² di Jl. Koba Km 10, Bangka Tengah, sekitar Rp400 ribu/m² (2023). Waspadai pula penawaran lelang dengan nilai likuidasi — misalnya lahan ±5.766 m² di Jl. Sudirman, Selindung Baru, yang dilelang di KPKNL — karena nilainya tidak mencerminkan nilai pasar.

Kurva harga per kelas jalan

Grafik indeks menyamakan titik awal semua koridor pada angka 100 (Agustus 2021). Ketiga kelas jalan memperlihatkan pola yang sama: naik tajam pada 2022–2023, melandai pada 2024, lalu kembali naik perlahan. Jalan kota tumbuh sedikit lebih cepat karena memuat koridor pinggiran dengan basis rendah. Tanah lingkungan tumbuh sekitar 7,7% per tahun.

Gambar 2. Indeks rata-rata harga tanah per kelas jalan dan tanah lingkungan, Agustus 2021 = 100. *Agustus 2026 merupakan estimasi.

Gambar 3. Lintasan harga sembilan koridor terpilih, Rp juta/m² tanah pekarangan muka jalan.

Membaca angka pertumbuhan

Tabel berikut merangkum kenaikan rata-rata tahunan seluruh koridor. Kolom 2025 memperlihatkan "lembah" yang menjadi ciri khas Pangkalpinang: kenaikan anjlok dari 10,3% menjadi 5,9% saat penertiban tata niaga timah menekan ekonomi daerah, lalu pulih ke 7,6%.

Pangkalpinang tidak termasuk kota sampel Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia. Indikator BPS memperlihatkan kota dengan kualitas hidup tinggi tetapi daya beli yang bukan tertinggi di provinsinya: PDRB per kapita Rp87,21 juta pada 2025, ketiga setelah Bangka Barat (Rp97,86 juta) dan Belitung Timur (Rp89,14 juta) yang ditopang tambang; IPM 81,64, tertinggi di Bangka Belitung; dan persentase penduduk miskin 4,50%. Sementara itu, biaya konstruksi tertinggi di provinsi — IKK 109,36 poin — membuat properti jadi di kota ini relatif mahal dibanding tanahnya.

Gambar 4. Pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) per koridor, Gambar 5. Tanah lingkungan per kelurahan, Agustus 2021 vs 2021–2026. Agustus 2026.

Tabel perkembangan harga per koridor

Tabel 1 menyajikan estimasi harga tanah pekarangan di muka jalan untuk setiap koridor pada Agustus tiap tahun. Angka tahun-tahun sebelumnya disusun mundur dari estimasi 2026 dengan pola pertumbuhan tahunan yang mencerminkan siklus timah — termasuk perlambatan pada 2024.

Agu

KodeKoridor / segmenKelas202120222023202420252026*CAGR
N1Jl. Jend. Sudirman · Pusat kota, kantor PT TimahNasional9,09,510,210,911,412,05,9%
N2Jl. Soekarno-Hatta · Koridor komersial baruNasional3,23,43,84,24,54,88,4%
N3Jl. Yos Sudarso · Pangkalbalam, arah pelabuhanNasional2,62,83,13,43,53,87,9%
N4Jl. Koba · TengahArah Bandara Depati Amir & Bangka Nasional1,01,11,21,41,51,69,9%
N5Jl. Mentok · Arah barat, Bangka BaratNasional1,11,21,41,61,71,89,4%
P1Jl. Jend. A. Yani – Diponegoro · Pertokoan & jasa pusat kotaProvinsi5,96,26,77,37,68,06,3%
P2Jl. Perkantoran Gubernur · Air Itam, kompleks Pemprov BabelProvinsi1,61,71,92,12,22,49,1%
P3Jl. Depati Hamzah – Solihin GP · SemabungProvinsi2,42,62,93,23,33,68,4%
P4Jl. Pahlawan 12 · RangkuiProvinsi2,12,32,52,83,03,28,8%
K1Jl. Masjid Jamik – Pasar Pagi · Pertokoan intiKota7,47,88,49,19,510,06,2%
K2Jl. Kampung Bintang – Gajah Mada · RangkuiKota2,72,93,23,53,74,08,2%
K3Jl. Air Mawar – Bacang · Hunian Bukit IntanKota1,11,21,41,61,71,89,4%
K4Jl. Selindung · GabekKota0,951,01,21,31,41,59,6%
K5Jl. Tua Tunu – Gandaria · GerunggangKota0,680,740,840,941,01,110,1%
K6Jl. Air Itam – Temberan · Bukit Intan baratKota0,820,891,01,11,21,39,7%

Tabel 1. Estimasi harga tanah pekarangan muka jalan, Rp juta/m², posisi Agustus tiap tahun. CAGR = pertumbuhan majemuk tahunan Agu 2021–Agu 2026. Garis warna di kiri: merah = jalan nasional, kuning = provinsi, biru = jalan kota. *Estimasi.

Mengapa "jalan kota", bukan jalan kabupaten?

Pangkalpinang berstatus kota otonom, sehingga jaringan jalan lokalnya ditetapkan sebagai jalan kota oleh Wali Kota — padanan jalan kabupaten di wilayah kabupaten. Pejabat daerah sendiri menggolongkan zona nilai tertinggi pada "jalan nasional, kolektor primer 1" dan "jalan provinsi, kolektor primer 2" — kelas jalan memang tercermin langsung dalam NJOP kota ini. Status ruas dalam kajian ini bersifat indikatif dan perlu diverifikasi pada keputusan penetapan status ruas jalan terbaru dari Kementerian PU, Gubernur Bangka Belitung, dan Wali Kota Pangkalpinang.

Estimasi nilai per jalan utama

Estimasi berlaku untuk bidang tanah pekarangan bersertifikat hak milik, luas 200–600 m², lebar muka 10–15 m, tanah matang siap bangun, bebas banjir, bukan bekas tambang, serta rata dengan jalan. Rentang menangkap variasi di sepanjang segmen: persil komersial dekat pusat kota atau pelabuhan berada di batas atas; persil di bagian segmen yang lebih tenang atau perlu pematangan berada di batas bawah.

Gambar 6. Rentang dan titik tengah estimasi Agustus 2026 dibanding posisi Agustus 2021.

Cara membaca rentang

Rentang terlebar ada di Jl. Sudirman (Rp8–20 juta/m²) — batas atasnya mencerminkan persil sempit di jantung kota yang sudah dikutip Rp15–18 juta per meter sejak 2015, sedangkan batas bawahnya mencerminkan persil besar yang sulit terserap pasar yang tipis. Di pinggiran, faktor penentunya adalah riwayat lahan (bekas tambang atau bukan) dan jarak ke jalan poros. Titik tengah sebaiknya dipakai sebagai nilai awal, lalu disesuaikan dengan karakter persil (lihat Tabel 4).

Tabel estimasi Agustus 2026 per koridor

Titik

tengah

Jl. Jend. Sudirman Pusat kota, kantor PT Timah &

perbankan Taman Sari

Jl. Soekarno-Hatta Koridor komersial baru, hotel &

kuliner Gerunggang

Jl. Yos Sudarso

Pangkalbalam

Jl. Mentok

Intan

Jl. Koba

Tengah · Kec. Gerunggang

Jl. Jend. A. Yani – Diponegoro

Taman Sari

Jl. Depati Hamzah – Solihin GP

Semabung · Kec. Girimaya

Jl. Pahlawan 12

Rangkui · Kec. Rangkui

Jl. Perkantoran Gubernur

Bukit Intan

Jl. Masjid Jamik – Pasar Pagi

Pertokoan inti · Kec. Rangkui

Jl. Kampung Bintang – Gajah Mada

Rangkui · Kec. Rangkui

Jl. Air Mawar – Bacang

Hunian Bukit Intan · Kec. Bukit Intan

Jl. Selindung

Gabek · Kec. Gabek

Jl. Air Itam – Temberan

Bukit Intan barat · Kec. Bukit Intan

Jl. Tua Tunu – Gandaria

Gerunggang · Kec. Gerunggang

Tabel 2. Estimasi nilai pasar indikatif tanah pekarangan muka jalan per Agustus 2026, Rp juta/m². Status jalan bersifat indikatif.

Dari muka jalan ke gang dan kebun

Tabel 3 memberikan estimasi tanah lingkungan per kelurahan beserta rasio terhadap koridor terdekat. Rasio di Pangkalpinang berkisar 1,2–3,3 kali. Tua Tunu di Gerunggang — yang pada 2015 disebut sekitar Rp300 ribu per meter — kini diperkirakan sekitar Rp620 ribu per m² untuk tanah lingkungan, naik dua kali lipat dalam satu dekade tetapi tetap salah satu yang termurah di kota.

Agu

2026*

K2 · Kampung Bintang – Gajah

Mada

Ketapang

Tabel 3. Estimasi tanah lingkungan (akses mobil, jalan 4–6 m), Rp juta/m². Rasio = titik tengah koridor acuan ÷ tanah lingkungan.

Panduan penyesuaian cepat

Posisi sudut (hook)+5% s.d. +15%
Bekas lahan tambang timah / kolong−30% s.d. −60%, kaji geoteknik
Rawan genangan dekat sungai atau pesisir−15% s.d. −30%
Akses gang < 4 m−25% s.d. −45%
Lahan luas > 5.000 m² (diskon ukuran)−20% s.d. −45%
Alas hak HGB atau SK Camat−10% s.d. −35%, kaji kepastian hukumnya
Harga lelang / nilai likuidasitidak dipakai langsung sebagai pembanding pasar

Tabel 4. Rentang penyesuaian indikatif terhadap objek standar. Besaran akhir harus didukung data pembanding di lokasi.

Prospek 12 bulan ke depan

Arah pasar Pangkalpinang akan sangat bergantung pada pemulihan tata niaga timah. Bila produksi dan perdagangan timah kembali normal, koridor komersial seperti Soekarno-Hatta dan pinggiran selatan menuju bandara berpeluang tumbuh kembali di atas 8% per tahun. Skenario dasar kajian ini: kenaikan rata-rata 4–7% untuk Agustus 2027. Risiko ke bawah: berlanjutnya perlambatan sektor timah dan pasar yang tipis; risiko ke atas: diversifikasi ekonomi melalui pariwisata, perikanan, dan hilirisasi mineral.

Bagaimana angka disusun

1. Objek standar Tanah pekarangan bersertifikat hak milik, luas 200–600 m², lebar muka 10–15 m, tanah matang siap bangun, bebas banjir, bukan bekas tambang, di dalam wilayah administrasi Kota Pangkalpinang, tanpa bangunan.

2. Triangulasi data 2015–2026

Tiga kelompok data dipakai: (a) harga penawaran tanah di portal properti dan agen (2025–2026) — jumlahnya terbatas — dikoreksi diskon negosiasi 10–20% dan diskon ukuran; penawaran lelang dengan nilai likuidasi dikeluarkan; (b) keterangan harga pasar Jl. Sudirman dan Tua Tunu dari pejabat pendapatan daerah (2015) sebagai titik jangkar jangka panjang; (c) indikator BPS — PDRB per kapita, IKK, IPM, dan kemiskinan — sebagai konteks.

3. Rekonstruksi 2021–2025

Harga tahun sebelumnya disusun mundur dari estimasi 2026 menggunakan pola pertumbuhan tahunan yang sama untuk seluruh koridor (bobot 18%–26%–24%–14%–18% dari total pertumbuhan logaritmik), dengan bobot 2024 yang lebih kecil untuk mencerminkan perlambatan sektor timah. Pendekatan ini menghaluskan fluktuasi; kenyataannya tiap koridor bergerak tidak serempak.

4. Tingkat keyakinan

Pasar Pangkalpinang tipis dan sensitif terhadap satu komoditas. Estimasi di sini sebaiknya diperlakukan sebagai kisaran awal dan diverifikasi dengan survei lapangan, data NJOP, serta wawancara pelaku pasar lokal.

5. Batasan

Tulisan ini adalah materi edukasi dan analisis pasar indikatif, bukan laporan penilaian menurut Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan tidak boleh dipakai sebagai dasar transaksi, agunan, atau perpajakan. Nilai untuk tujuan tersebut memerlukan inspeksi lapangan dan penilaian oleh Penilai Publik/KJPP berizin.

Sumber rujukan

— Bangka Pos (Desember 2015): harga tanah di Jl. Sudirman Pangkalpinang Rp15–18 juta per meter dan di Tua Tunu (Gandaria) sekitar Rp300 ribu per meter, menurut Kepala Bidang Pendapatan DPPKAD.

— OLX, Lamudi, 99.co, Rumah123, dan Jitu Property: penawaran tanah di Jl. Soekarno-Hatta (Rp4,5 juta/m²), Jl. Yos Sudarso, Bukit Intan, Jl. Perkantoran Gubernur (Rp1,5 juta/m²), dan Jl. Koba Km 10, 2023–2026.

— BPS melalui Databoks (2026): IKK Kota Pangkalpinang 2025 sebesar 109,36 poin — tertinggi di Bangka Belitung; PDRB ADHB per kapita Rp87,21 juta, ketiga di provinsi; persentase penduduk miskin 4,50%.

— DJPb Kanwil Bangka Belitung (2025): IPM Kota Pangkalpinang 81,64, tertinggi di provinsi.

Tentang Valuasi Nusantara

Portal edukasi penilaian di Indonesia: properti, bisnis, aktiva tak berwujud, sumber daya alam, dan penilaian untuk tujuan perpajakan. Data dan kertas kerja lain tersedia di Pusat Data valuasinusantara.com. Masukan dan koreksi data pasar dapat dikirim ke valuasinusantara@gmail.com.